Archive for November, 2009

Parkour UNS

Cukup bangga rasanya jadi salah satu pelopor parkour di UNS.
Bagi yang belum tau apa itu parkour, khususnya parkour UNS bisa buka di sini. FREEparkourUNS. Tapi sepertinya udah banyak yang tau, terbukti bengan banyaknya blogger UNS yang sudah gabung di group dengan nama sama FREEparkourUNS dan banyak juga yang sudah menjadi teman Free Parkour UNS

Tapi kenapa sampai sekarang yang ikut latihan masih sedikit ya? hehe
Sampai hari ini, kita sudah 3 kali mengadakan latihan. Dan dari tiga kali itu baru ada 4 orang yang ikut latihan. Aku, Akbar(admin group parkour uns), sama dua orang lagi temene Akbar, Baihaki sama satu lagi lupa namanya. im sorry bro ^^v

Yah mungkin pada belum sempet kali ya? ato masih malu karna olahraga ini tergolong baru. Aku sendiri akan tetap latihan walopun misal harus latihan bertiga saja kaya kemarin. Atau capek habbis futsal dua jam (kaya kemarin lagi). Atau walaupun orang mau bilang apa tentang parkour, aku akan tetap latihan! :) Soalnya sudah sejak dari semester 1 dulu aku pengen ada parkour di UNS. Sekarang udah ada, malah aku diberi kesempatan jadi pelopor, skaligus moderator group,,

Benere ada juga 3 temanku yang berminat ikutan, tapi dalam dua kesempatan terakhir mereka berhalangan.

Latihan pertama kita mulai tiga minggu yang lalu. hari kamis sore di lapangan parkir stadion. “Kalian cukup latihan melompat dulu” kata mas Agung. Dengan jarak sekitar dua meter, harus bisa melompat pake dua kaki dari posisi diam. “pokoke piye carane ben mlompatmu iso penak tur ora muni” (bagaimana cara supaya lompatanmu nyaman dan tidak boleh bersuara). Dengan kata lain pendaratannya harus mulus dan seimbang.

sulit juga ternyata, hampir satu jam kita cuma latihan lompat. hasilnya? besok paginya kakiku kram! terutama di bagian otot paha. Whahaha.. Hari senin belum sembuh benar, masih harus futsal. Wadooh! Yah begitulah efek latihan pertama.

Sekarang setelah tiga kali latihan, pendaratanku sudah cukup mulus, walo belum sempurna, dan kadang masih ragu melompat, akhirnya jadi gagal. Kemarin malah hampir jatuh nabrak tembok batu… :D. Alhamdulillah gakpapa, cuma lecet dikit.

Overall mengasikkan. dan pasti lebih asik lagi kalo makin banyak temannya.
Jadi, ayo kita mulai latihan!! :)

No Comments

Film Kegedean

Aku punya kurang lebih tiga puluh file film berukuran 4-15GB. Ya benar, empat hingga lima belas giga byte, rata-rata mencapai 7GB perfilm. Film sebesar itu biasa disebut HD movie (High Definition Movie) biasanya berformat .mkv (Matroska Video File). Mungkin belum banyak teman-teman terutama orang Solo yang mengenal jenis film ini. Banyak diantara mereka baru mendengarnya setelah aku tanyai.
HD Movie mempunyai ukuran file sebesar itu karena mengusung kualitas gambar yang sempurna (high definition). Tiap detailnya begitu jelas terlihat dan sangat tajam. Hampir tidak ada bagian yang patah-patah atau kotak-kotak di tiap frame-nya. Benar-benar memanjakan mata siapapun yang melihatnya.
Meskipun belum banyak dikenal di Solo, HD Movie sudah akrab bagi orang-orang dikota besar. Jakarta contonya. Dalam suatu forum internet, tukar-menukar koleksi HD Movie sudah menjadi kegiatan biasa. Aku sendiri mengenal HD Movie dari suatu komunitas online bernama kaskus.us

film-film kegedean

film-film kegedean
bahkan screenshotnya pun kegedean :D

Bermula dari ketertarikan membeli harddisk baru, karena harddisk yang lama terasa tidak mencukupi lagi untuk mendukung kegiatanku sekarang. Harddisk lama merupakan hardisk bawaan komputer yang aku beli lebih dari tiga tahun lalu sebesar 40GB. Dan isinya hampir full. Karena butuh hardisk baru, aku maen-maen ke forum jual beli di kaskus. Ternyata mencari hardisk di sana tidak sulit. Hardisk adalah salah satu barang yang paling banyak dijual (dan dibeli) anggota komunitas itu.

Jadilah aku punya hardisk baru (sebenarnya second) dari orang dengan nickname sinheis di Jakarta. Hardisk sebesar 500GB merek Western Digital seharga 500ribuan itu ternyata sudah ada isinya. Maklum lah, hardisk second. Ternyata si bro sinheis ini pecinta film2 HD. Dia beli hardisk cuma untuk dilihat/diambil film HDnya, kemudian dijual lagi. Kebetulan pas dijual memang gak dihapus isinya, “nambah nilai jual” katanya. Nah dari sinilah aku mulai kenal HD Movie.

Pertama bikin bingung. Asli bingung. Soalnya komputerku gak bisa memainkan tu film. Hipotesis yang muncul adalah K-Lite Codec di komputer kurang powerfull. Dan untuk memainkan HD Movie berformat mkv atau XVid harus menggunakan software khusus bernama DivX player. Ternyata gak harus pake DivX player kok. Bisa juga lewat Media Player Classic, tapi K-Lite nya harus powerfull, mendukung semua format film. HD Movie pun siap dinikmati. Tapi masalah muncul lagi. Untuk memutar film berukuran lebih dari 8GB, dibutuhkan RAM yang gede juga. Sementara ini RAM di komputer cuma 2GB. Beberapa kali ke kaskus lagi, ternyata harga RAm 4giga-an masih diluar jangkauan. Jadilah harus sabar menunggu, sementara menikmati film2 HD yang bisa diputar dengan lancar.

Sebenarnya film HD bukan tujuan utamaku membeli hardisk baru. Tapi lebih pada ketersediaan ruang untuk menampung file2 baru. Hardisk 40 sudah penuh dijejali bergiga-giga lagu, program2, beberapa film avi,, Juga sebagai fotografer amatir aku butuh banyak tempat untuk menyimpan file2 hasil jepretan. Maka dalam waktu beberapa minggu, Hardisk 500giga tadi segera terisi folder-folder baru bernama “Film AVI”, “Foto”, “MASTER” dll. Khusus untuk MASTER, ini memang impiankku sejak lama untuk mempunyai master-master program yang dibutuhkan, agar tidak repot tiap menginsatall ulang komputer. Sebelumnya, tiap menginstall ulang komputer aku harus ke temat temen buat minjem CD-CD master softwarenya. Juga harus berburu ke Punakawan ato Tisanda.
Singkat cerita, aku sekarang punya hardisk yang super luas untuk menyimpan semua file2 yang kubutuhkan!

Tapi itu sebelum aku menyadari bahwa, status drive F ku (drive hardisk 500giga itu) di Windows Disk Defragment, freespacenya tertulis 0%. (baca: gak ada ruang kosong-red). Padahal masih ada sekitar 3giga ruang kosong, tapi tanpa kompromi, Windows menganggapnya sebagai full. Sehingga tidak memungkinkan untuk proses defragment.

Sepertinya harus kuakui menyimpan film2 HD itu memang cukup mubadzir untuk ukuranku. Boros tempat (total 424GB isi hardisk berupa HD Movie), juga dengan kondisi RAM 2GB seperti ini, tidak bisa menikmati kualitas HD dengan baik. Namun mendelete film2 itu begitu saja juga bukan merupakan pilihan baik. Man eman kan fillm bagus gitu dibuang.

Akhirnya muncul ide untuk mengecilkan ukuran film2 tersebut. Gak harus kecil sampai tinggal 700MB, karena keinginan untuk menikmati film kualitas tinggi juga masih ada. Setelah browsing kesana-kemari ketemulah software bernama SUPER. Software gratis ini diklaim sebagai konverter video paling lengkap. Setelah proses download yang cukup lama, 70an MB, saatnya mencoba mengkonvert. Percobaan pertama gagal. Yang pertama ini sudah sebulan yang lalu. Yang aku konvert adalah film 10,000 BC sebesar 7,51GB. Maksudnya biar jadi agak kecil sekitar 2GB. Tapi entah kenapa gagal, proses konvert berhenti sampai ukuran 200MB. Uniknya walo gagal filmnya tetap bisa diputar, hanya saja gak sampai selesai, cuma awal-awalnya saja. Percobaan kedua gagal lagi. Dengan kasus yang hampir sama, berhenti pada 200an MB.

Kemarin penasaran, nyoba lagi. Kali ini nampaknya akan berhasil, proses konvert mencapai 500MB dan terus bertambah hingga mendekati 1GB. Film yang dikonvert adalah 2 Fast 2 Furious dengan ukuran asli 7,94GB. Dan benar, usaha kali ini berhasil. Sayangnya proses konversi memakan waktu yang sangat lama. Total hampir mencapai 12 jam, dari sore sampai dini hari. Total hasil konvertannya 1,4GB. Nice!
Tapi sayangnya lagi, hasilnya gak memuaskan. Ukuran videonya berubah, jadi rada gepeng. Mungkin karena kesalahan dalam penyetingan di awal. Hufftt… sudah nunggu berjam-jam, gagal pula.

Habisnya gak ada data yang jelas tentang berapa ukuran video aslinya, jadi rada kesusahan dalam menentukan ukuran video outputnya.
Ada yang tahu gak cara melihat status ukuran video? Soalnya kalo file mkv gak ada status ukurannya, tidak seperti avi.
Kapan-kapan dicoba lagi deh. Cari waktu longgar dulu. Oya lamanya waktu konvert tadi sepertinya juga dipengaruhi kapasitas RAM yang cuma 2GB. Mungkin kalo RAM 4GB plus prosesornya dual core, bisa lebih cepat.. :)

, ,

2 Comments